Karakteristik Pelatih
Pelatih
Pelatih
adalah seorang yang profesional yang tugasnya membantu atlet atau team dalam
mencapai prestasi yang tinggi. Pelatih selain bertugas dalam membantu atlet
juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk watak ayau tingkah laku
atletnya dalam kehidupan bermasyarakat.
Seorang pelatih adalah sosok panutan
bagi masyarakat sehingga tingkah lakunya akan diperhatikan oleh masyarakat,
oleh karena itu pelatih sebagai sosok panutan harus bisa berperan sebagai model
bagi masyarakat. Utuk mengoptimalkan penampilan, menjamin keselamatan, dan
menaikan kesejahteraan olahragawan, para pelatih harus secara teratur
menyesuaikan diri dengan perkembangan terbaru dan mengubah praktek latihannya.
Perubahan seperti itu hanya dapat terjadi apabila :
1. Memiliki pemahaman atas
perinsip-prinsip yang penting mengenai masing-masing bidang ilmu yang relevan
2. Harus rajin mencari pengetahuan baru
dalam ilmu olahraga. Akan tetapi pelatih tidak perlu menjadi ilmuan dalam arti
yang sesungguhnya, tetapi untuk menjadi profesional, pelatih harus menjadi
konsumen aktif informasi ilmiah dan menerapkannya dalam dunia pelatihannya.
1. Tugas peran dan Kepribadian pelatih
Tugas pelatih bukan hanya membantu atlet untuk meraih
prestasi, akan tetapi lebih jauh dari itu, pelatih juga harus menanamkan
nilai-nilai luhur yang terkandung didalam olahraga. Artinya bukan hanya juara
yang dikejar oleh pelatih akan tetapi perilaku sosial atlet juga harus mendapat
perhatian, karena atlet adalah model bagi masyarakat.
Di bawah ini akan diuraikan beberapa
tugas utama seorang pelatih, dan juga termasuk harus bagaimana sebenarnya
perilaku seorang pelatih dalam masyarakat.
1. Prilaku. Prilaku seseorang pelatih
dimasyarakat harus menjadi contoh yang baik dalam masyarakat, artinya jangan
sampai seorang pelatih ada perilakunya yang tidak sesuai dengan norma atau
aturan-aturan kehidupan dalam masyarakat. Karena kehidupan seorang pelatih
selalu jadi sorotan masyarakat.
2. Kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan
harus di miliki oleh seorang pelatih. Sebagai seorang pemimpin, pelatih harus
mampu memberikan motivasi kepada atletnya juga harus mau menerima saran dari
para pembantunya. Juga sifat seorang pemimpin akan terlihat dalam kondisi yang
sekalipun kritis. Contohnya dalam keadaan klubnya atau atletnya kalah seorang
pelatih harus bisa memperlihatkan sifat getelmennya.
3. Sikap sportif. Artinya dalam kondisi
atau situasi apapun kita harus bisa menghormati keputusan yang dibuat oleh
wasit, meskipin keputusan wasit itu sangat merugikan klub atau atletnya dan
menghormati kemenangan lawan, akan tetapi bukan berarti kita harus sering
mengalah melainkan kita kalah dengan terhormat.
4. Pengetahuan dan Keterampilan. Tidak
diragukan lagi seorang pelatih harus memiliki dan menguasai pengetahuan yang
luas terutama pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang mendukung dalam proses
pelatihan, juga harus mampu memberikan contoh yang baik dalam hal keterampilan
cabang olahraganya. Jadi intinya seorang pelatih itu adalah seorang yang berpendidikan.
5. Keseimbangan emosional. Kemampuan
bersikap wajar dalam kondisi dan situasi yang sangat tertekan, atau terpaksa
harus menerima kenyataan di lapangan padahal klubnya di rugikan itu adalah
tingkat keseimbangan emosional yang baik. Artinya seorang pelatih harus mampu
mengendalikan emosinya (self control) dan yang penting lagi sikap ini harus
bisa di tularkan kepada atletnya.
6. Imajinasi. Kemampuan ini adalah
kemampuan untuk membentuk khayalan-khayalan mental tentang obyek yang tidak nampak.
Ini biasanya tertuang dalam proses latihan yang selalu menciptakan hal-hal yang
baru juga dalam taktik permainan, baik taktik menyerang ataupun taktik
bertahan.
7. Ketegasan dan Keberanian. Seorang
pelatih harus memiliki keberanian yang tegas dalam mengambil keputusan pada
kondisi yang tertekan.
8. Humor. Satu sikap yang nampaknya
sangat enteng padahal sangat perlu, cita rasa humor yang tinggi akan
mendekatkan hubungan dengan para atletnya. Kemampuan untuk bisa membuat
atletnya tertawa sehingga menimbulkan suasana yang rilex,menyegarkan dan akan
membawa dampak yang positif pada atletnya.
9. Kesehatan. Betapa beratnya tugas
seorang pelatih, disamping tugas sehari-harinya dia juga harus mempersiapkan
program untuk latihan esok harinya. Ini menuntut kesehatan dan vitalitas yang
tinggi dari seorang pelatih. Administrator. Pelatih juga sebagai
pengelola olahraga, oleh karena itu harus mampu mengorganisir program latihan
dan pertandingan, menginventarisir data-dataatletnya, data kemajuan dan
kemunduran yang dialami oleh atletnya dan tidak boleh terlewatkan dari
analisisnya.
2. GAYA KEPEMIMPINAN PELATIH
Berbagai gaya atau kepemimpinan dalam melatih sering dipakai
oleh pelatih gaya yang dipakai itu ada yang cocok ada yang tidak, sehingga
dalam proses melatihnya dia berhasil ada juga yang gagal dalam melatihnya.
Secara
garis besartipe atau gaya kepemimpinan melatih itu menurut Pate and Rottela dan
McClenaghan (1993) ada 4 tipe. Yaitu terdiri dari :
1. Gaya kepemimpinan Otoriter, Ciri-cirinya :
- Berkuasa penuh terhadap pengendalian atlet dan orang lain.
- Selalu memerintah dalam kelompoknya
- Semua pekerjaan dikerjakan sesuai dengan keyakinannya.
- Kurang menghargai kedudukan orang lain
- Selalu memberikan hukuman bagi yang mengabaikan tugasnya.
- Pembagian pekerjaan selalu di putuskannya
- Semua ide muncul atas keputusannya
2. Gaya Kepemimpinan Demokrasi, ciri-cirinya :
- Ramah dan bersahabat
- Rencana kerja slalu didiskusikan dengan kelompok
- Tidak terlalu mengikat
- Selalu menerima dari saran dari pihak lain
3. Gaya kepemimpinan berpusat pada
atlet. ciri-cirinya :
- Penekanan utama memenuhi kebutuhan atlet
- Selalu berinteraksi dengan atlet dan orang sekitar
- Akan berhasil dalam tingkat kesulitan yang sedang
- Kurang mendorong semangat tempur kepada atlet
4. Gaya kepemimpinan yang berpusat pada
tugas. Ciri-cirinya :
- Fokus terhafap kemenangan
- Kurang berinteraksi dengan atlet
- Selalu sukses dalam tugasnya
- Kurang harmonis dengan anggota se tim
Post a Comment